Rabu, 30 September 2015

Kode lokasi Rapi,Biller tidak bingung bekerja ..



Kode lokasi Rapi,Biller  tidak bingung bekerja ..


Tips ini diutamakan untuk biller baru,mujarab juga buat biller lama yang masih pusing dengan urutan kerjanya..yang belum  terencana..
ilustrasi masalah :

sejak diterapkan nya jadwal baca petugas,perhari perkolok Di Rayon Blambangan Umpu ditemukan kendala kendala sebagai berikut:
*      Data yang saya download hariannya tidak teratur,kadang terlalu banyak sampai tidak sanggup saya kerjakan sehari,kadang juga terlalu sedikit  sehingga sudah selesai sedangkan waktu masih tersisa,bila minta tambah  takut tidak selesai ,akibatnya jumlah bacaan sesuai jadwal saya buruk.
*      Kenapa saya menemukan adanya id pelanggan yang tidak bisa terpanggil ketika membaca secara offline,harus saya on line baru terpanggil,ini membuat boros baterai saya,padahal efisiensi baterai sangat saya perlukan pada saat pembacaan meter.
*      Kenapa saya menemukan adanya  id pelanggan yang benar benar  tidak ada pada kode lokasi saya,ini membuat sisa pada pelanggan tidak terbaca saya,sedangan saya sudah membaca semua pelanggan yang ada di kode lokasi saya
Berikut ini kami bagikan salah satu solusi sederhana untuk masalah masalah diatas,bila diterapkan secara teratur mudah mudahan ,membantu..

Pertama
memahami lokasi  baca dan jumlah pelangganyang diberikan
setiap petugas biller akan dibagikan lokasi atau daerah baca dan jumlah pelanggan yang wajib dibaca ,tugas seorang  biller adalah memahami dengan sebenarnya rute dari daerah baca tersebut,karena daerah inilah yang nantinya akan dikunjungi berulang ulang ,bahkan bisa sampai 3 kali perbulan pada satu kode lokasi tertentu,yakni,saat baca meter,saat sampling,dan saat penagihan preventif  juga korektif ,memahami lokasi  baca dan jumlah pelanggan masing masing adalah  sangat penting bagi seorang biller agar bisa mengatur pekerjaan selanjutnya

Kedua
membentuk kode lokasi
daerah baca yang diberikan dan telah difahami,selanjutnya akan dbentuk sendiri oleh seorang biller menjadi beberapa bagian yang dikenal dengan istilah Kode Lokasi (kolok) ,pembagian ini sebaiknya disesuaikan dengan jumlah hari  baca,contohnya untuk Rayon Blambangan Umpu ada 7 hari baca,nah seorang biller  BBU sebaiknya membagi jumlah pelanggan yang ada dengan 7 hari kerja tersebut
contoh :
Jonsyah mendapatkan kuota bacaan 1540 pelanggan Dalam 7 hari baca
Perhari  Jonsyah harus punya 1 kode lokasi dengan jumlah pelanggan 1540 : 7 = 220 pelanggan
Berikut langkah langkah membentuk kode lokasi tersebut :
Dibulan pertama baca pada biller baru atau diawal menerapkan tips ini bagi biller lama
1. Dari lokasi baca Tentukan titik awal dimana akan mulai membaca
2. Mulailah membaca dengan berurutan,jika menemukan yang  tidak bisa di baca manual online kan saja,upayakan dibulan pertama ini jangan sampai ada pelanggan yang terlewatkan demi rapi nya kode lokasi kedepannya
3.  Setelah hasil baca mencapai 220 pelanggan ,berhentilah membaca walaupun waktu masih tersisa,dan masih sangat mampu untuk melanjutkan bacaan.
4.  Uploat stand an foto hasil baca
5.   Lalu mintalah koordinator atau staff verifikator  untuk membentuk satu kode lokasi dari bacaan hari pertama  tersebut
6.   Hari kedua ,ketiga,keempat,kelima,keenam,dan ketujuh  juga harus tetap menerapkan langkah langkah diatas, ( Lakukan seterusnya sampai hari ketujuh  dan  pastikan semua pelanggan terbaca pada bulan pertama ini )
7.  koordinator atau staff verifikator  akan mencatat dalam agenda kerjanya untuk membentuk kode lokasi sesuai urut baca anda setelah baca meter usai atau sekitar tanggal 1-5 nya
8.  Ketuju kode lokasi anda selesai dibentuk,bulan kedua anda sudah mulai merasakan manfaatnya.

Keunggulan Tips ini :
~  Seorang biller  baru tidak perlu lagi mencatat RBM nya secara manual seperti dulu,karena dengan memanfaatkan fitur yang ada di APPLampung  sembari membaca  meter biller sudah dapat membentuk RBM nya.
~  Petugas bisa menghemat baterai karena setelah download,semua  data pelanggan bisa dipanggil secara offline
~  Dan berbagai kemudahan lain yang bisa dirasakan langsung oleh biller bersangkutan.


~Gagal Merencanakan,berarti merencanakan kegagalan~